Jumat, 11 Mei 2012

Kesaksian Islam Menjadi Kristen

Kesaksian Islam Menjadi Kristen

Kesaksian Islam Menjadi Kristen

Kesaksian Islam Menjadi Kristen

Kesaksian Islam Menjadi Kristen


Kesaksian Islam Menjadi Kristen. Berikut ini adalah kisah nyata dan Kesaksian Islam Menjadi Kristen yang saya dapatkan dari hasil membaca suatu artikel mengenai Kesaksian Islam Menjadi Kristen. Berikut Kisah Kesaksian Islam Menjadi Kristen:


Kesaksian ini (Kesaksian Islam Menjadi Kristen) ditulis dengan harapan apa yang aku alami, kiranya bisa menjadi berkat baik bagi kalian yang telah percaya maupun yang belum percaya.

Sebelum aku percaya kepada Isa Almasih sebagai Tuhan serta Juruselamat, aku adalah seorang Muslimahah, berlatar belakang dari keluarga Muslimah serta dibesarkan di Pondok Pesantren Miftahul Huda, Sukabumi Jawa Barat. Benar aku masuk gereja serta pertama itu aku tidak bisa menahan rasa haru serta sedih, aku menangis hingga kebaktian selesai, batin dan hati nurani aku berontak antara dosa murtad serta percaya, murtad karena masuk gereja serta percaya kepada Tuhan.

Minggu-minggu berikutnya, aku selalu ingin serta rindu untuk datang ke gereja lagi, serta selama empat bulan aku suka ke gereja, tapi selama itu aku tidak mau berdoa dalam nama Yesus atau Isa Al-Masih, aku percaya kepada Allah tapi tidak percaya kepada Yesus sebagai Tuhan serta sebagai Anak Allah

Meskipun aku ke gereja tapi kewajiban aku selaku orang Muslimah untuk shalat lima waktu tetap aku kerjakan. Akhirnya aku tantang Yesus, aku berdoa : "Ya Rabbi 'Isa kalau memang Engkau Tuhan serta bisa menyembuhkan segala macam penyakit, sembuhkanlah aku," serta mujizat terjadi besoknya, aku telah sembuh.

Akhirnya aku mengecek lagi surat Al-Ikhlas yang menjadi sanggahan, untuk percaya tentang Isa Al-Masih itu serta aku bandingkan dengan kisah kehidupan Isa Putra Maryam, dari mulai kelahiran,mujizat-mujizatNya, sampai kepada kematian serta kebangkitanNya kembali bahkan kedatanganNya yang kedua kali. Aku dulu menilai orang-orang Kristiani yang suka ke gereja itu baik-baik karena ada ajaran kasih tapi ternyata tidak, aku pernah dimaki-maki serta diolok-olok "Kamu jadi Kristianinya pura-pura, mana mungkin orang pesantren bisa masuk Kristiani, dasar tukang pelet, tukang dukunin orang !!!

Dari kesedihan itulah aku ingin pulang ke tempat tinggalku untuk mengadu ke orang tua aku, tapi apa yang aku dapati ketika aku sampai di rumah, semua keluarga menjauhi, aku heran kenapa semuanya berubah seperti ini, bahkan ketika orang tua aku bilang: "Kamu dikasih apa sih sama mereka, kamu diapain bisa-bisanya sampai kamu bisa menjual kepercayaan kamu serta masuk Kristiani?" Serta dikiranya aku masuk Kristiani dikasih supermi atau dikasih apa saja sama gereja, seperti apa yang mereka sangka selama ini, bahwa orang Islam masuk Kristiani dirayu atau dikasih uang atau pula dikasih makanan.

Serta caci maki pun keluar, ayah aku bilang: "Aku tidak pernah menyangka kamu bisa jadi seperti gini, kalau kamu berbuat dosa seperti apapun masih bisa diampuni tapi ini dosa murtad, dosa yang tidak bisa diampuni lagi, dulu aku bangga kamu bisa ngajar-ngajar ngaji, dipakai di masyarakat tapi sekarang tidak ada artinya lagi, aku sampai disidang oleh ketua yayasan serta guru-guru disitu dimaki-maki gara-gara kamu masuk

Kristiani, kamu sudah benar-benar mencemarkan nama baik dari Pesantren sampai bisa masuk Kristiani, entah ditaruh di mana mukaku serta nama baik keluarga ini sama kamu, kamu kalau binatang itu sudah mesti dibunuh karena sudah benar-benar mencemarkan nama baik, sampah di pinggir jalan masih bisa berharga, tapi kamu tidak ada harganya sama sekali, serta biar kamu tahu nama kamu itu sudah ayah masukkan proposal serta dikirim ke Menteri Agama "

Untuk apa ??? Tanyaku, biar suatu saat kalau terjadi apa-apa sama kamu, aku sebagai orang tua sudah tidak mau bertanggung jawab lagi gara-¬gara kamu masuk Kristiani.
Bagaikan disambar geledek di siang bolong, kenapa mereka tega seperti itu, serta lengkaplah sudah penderitaan aku waktu itu, rupanya setelah kejadian legalisasi ijazah itu, ketua yayasan langsung memanggil orang tua aku, hingga akhirnya mereka sepakat nama aku dimasukkan proposal serta di kirim ke

Departemen Agama, setelah tahu seperti itu, aku tidak ada pilihan
lain lagi selain pergi dari rumah itu serta bertekad dalam hati "Ya Rabboni 'Isa, aku tidak akan meninggalkan Engkau, walau pun orang tua aku atau saudara-mara mengabaikan aku. Setelah selesai baptisan itu aku berdoa, "Tuhan, terima kasih karena Engkau telah memeteraikan aku, tetapi aku tidak ingin hanya aku saja yang selamat, aku pun ingin keluarga serta saudara-saudara aku diselamatkan, serta aku ingin menjadi Penginjil, untuk memberitakan kabar keselamatan yang berasal dari Engkau seperti yang telah aku terima".
Serta ajaib sekali Tuhan kita itu, Dia kirim dua orang ibu dengan membawa buku-buku penginjilan banyak sekali, padahal sebelumnya aku tidak pernah mengenal serta sama sekali belum pernah bertemu dengan dua orang ibu itu, serta itu merupakan sukacita yang sangat besar sekali aku rasakan, sebagai jawaban dari doa aku untuk menjadi penginjil, serta puji Tuhan aku diperkenankan belajar di Pusat Latihan 'Christian Centre Nehemia' Jakarta

0 komentar:

Poskan Komentar

Blogroll