Sabtu, 29 September 2012

Pemimpin Kristen dalam Kepemimpinan Indonesia

Pemimpin Kristen dalam Kepemimpinan Indonesia serta Pemimpin Agama Kristen

Pemimpin Kristen dalam Kepemimpinan Indonesia

Pemimpin Kristen dalam Kepemimpinan Indonesia

Pemimpin Kristen dalam Kepemimpinan Indonesia


Pemimpin Kristen dalam Kepemimpinan Indonesia. Sebelum memulai pembahasan artikel Kristen ini, ada satu lagu yang saya selalu amini dari dulu hingga sekarang, mengenai masa depan Bangsa Indonesia tercinta ini, Pernah dengar lagu TrueWorshippers yang judulnya "Doa Kami"? Atau Lagu penyanyi rohani lain yang judulnya: "God Bless Indonesia"?  Ya lagu tersebut mempunyai makna persatuan, juga cinta terhadap bangsa Indonesia dan doa pengharapan untuk Indonesia serta rahmat Tuhan Yesus dalam setiap rencananya bagi Indonesia. Apa hubungan lagu tersebut dengan artikel ini? Sebuah bangsa yang besar ada, dan tetap berlangsung disebuah negara tidak pernah lepas dari sosok Tuhan Yesus, itulah iman seorang Kristen yang cinta akan bangsanya.

Pemimpin Kristen dalam Kepemimpinan Indonesia

Ada sebuah cerita dan pengharapan saya untuk Indonesia serta kisah yang saya alami ketika melihat Indonesia ini, serta impian saya terhadap Pemimpin Kristen, berikut kisahnya:

Indonesia memang bermayoritas beragama Islam, ya harus saya akui itu dan bukan itu yang memusingkan/merisihkan saya sebagai Kristen, tetapi beberapa komunitas/kelompok/pihak/penguasa yang tidak senang dengan beberapa agama lain, suku, ras serta budaya tertentu yang sebenarnya bukan masalah untuk generasi-generasi lain sebelum kita.

Pada saat jaman-jaman penjajahan semua penduduk Indonesia bersatu untuk menumpas penjajah, dalam satu kesatuan, satu bahasa, satu tujuan yakni Indonesia MERDEKA! Bahkan dalam pembangunan dasar negara kita, yakni PANCASILA, Sebelum sila pertama menjadi "Ketuhanan Yang Maha Esa", ada konflik/perselisihan kecil yang akhirnya dengan kepemimpinan yang menyatu dan kerakyatan, mereka mampu menyatukan Indonesia lewat dasar negara yang SATU.

Setelah orde lama berlalu, muncullah orde baru yang memang merupakan masa-masa kejayaan Indonesia, dimana ekonomi meningkat, kestabilitasan negara terjamin, serta kehidupan masyarakat tentram nan damai, tapi terjadi pergeseran nilai leluhur kita yakni saling menghargai dan bertoleransi baik dalam agama maupun dalam bersuku budaya yang pada akhirnya berbuntut hingga masa reformasi kini. Menurut sejarah di Indonesia ini pernah terjadi peristiwa TRAGIS yang begitu tidak diperhatikan oleh pemerintah, bahkan sampai kini, tidak ada penangkapan dan penumpasan siapa yang bertanggung jawab dibalik KERUSUHAN MEI 1998. Didalam peristiwa tersebut suku TIONGHUA lah yang paling menderita, sengsara dalam setiap kerugian, baik fisik, moral, mental, dan ekonomi.

Sebenarnya yang memilukan saya sebagai pembelajar yang mempelajari sejarah dan kewenegaraan dijenjang pendidikan, sangatlah tidak masuk akal, apa yang  saya pelajari dan apa yang terjadi di lapangan. Saya yakin para pendiri bangsa akan sangat kecewa akan semua hal yang terjadi pada seluruh penindasan di Indonesia. Apakah tidak ada ketentraman di bumi pertiwi Indonesia?

Dulu, bagi saya punya pemimpin daerah (gubenur) seorang Kristen bagai mimpi yang tidak akan pernah terkabul, ya waktu itu saya masih SMP kelas 1, apa yang saya doa kan? Tidak banyak, didalam doa tersebut, saya berkata kepada Tuhan, "Tuhan, jika engkau memperboleh kan saya merasakan kepemimpinan seorang Kristen yang setia yang selalu berbakti kepada negara dan rakyatnya, itu sudah lebih dari cukup, baik sebagai camat, bupati, walikota, ataupun gubenur, tidak perduli apa itu etnis maupun agamanya, asal kan ia tidak rasis dan merakyat, itulah yang terbaik untuk Indonesia." Dulu mimpi saya hanyalah seorang Kristen yang berkedudukan sebagai Gubenur saja, tidak usah saya sebut siapa, toh Gubenur di Indonesia yang beragama Kristen masih sedikit. Ya kan?

Setelah kejadian tersebut terjadi, saya punya pengharapan lain untuk Indonesia, yakni punya pemimpin daerah pusat yang Kristen, tidak harus pemimpinnya, wakilnya saja itu sudah cukup, apalagi jika orang tersebut merakyat pada semua etnis serta mengetahui apa yang harus dilakukan untuk memulihkan kembali Indonesia ini, seorang sosok figur pemimpin dengan kepemimpinan yang menyatu dengan hukum PANCASILA. Dan hal tersebut terjadi kembali, bisa kita lihat hasilnya yakni Gubenur Baru Jakarta, hasil PILKADA tanggal 20 September 2012, yaitu Jokowi dan Basuki (Ahok). Rasanya saya sangat terharu sekali mengetahui hal ini, benar-benar mimpi saya dari doa yang sejak lama saya katakan kepada Tuhan, dijawab indah oleh Tuhan sesuai waktunya.

Apa yang bisa disimpulkan dari pengalaman cerita saya? Tuhan selalu dan selalu mendengar doa orang-orang beriman yang berserah padaNya. Bagi mereka yang selalu meneror kita, baik itu berpandangan rasis ataupun tidak menyukai Kristen, dan suku-suku lain, janganlah kita menghakimi mereka, menjelek-jelekan mereka serta dendam. Kenapa? Di Alkitab, ada ayat yang menyatakan bahwa: "Barang siapa yang ditampar pipi kirinya, berikan pipi kananmu juga untuk ditampar", ya kira-kira seperti itulah pesannya. Tuhan kita tidak pernah tidur, ia selalu menolong dan menjaga kita, maka biarkan saja orang bertindak sesuka hatinya, asalkan kita tetap dijalan Tuhan, karena Di Alkitab juga dipesankan amanat untuk menyangi musuh kita, ya kan?

Pemimpin Kristen dalam Kepemimpinan Indonesia

Nah, berikut adalah pesan dan pengharapan saya kepada Pemimpin Kristen yang masih memimpin Indonesia dimanapun ia berada:

Dalam kepemimpinan, tugasnya bukan sekedar berdiri, memerintah dan mengambil keputusan belaka, tetapi harus:
1. Berani membela yang benar, takut berbuat salah (tidak sesuai dengan hukum dan UU yang berlaku)
2. Kesetiaan untuk tetap melaksanakan amanah yang sudah diberikan oleh rakyatnya
3. Bertanggung jawab menyelesaikan masalah yang dihadapi dengan cara sebenar-benarnya
4. Berkomitmen tinggi
5. Disiplin terhadap waktu dan hal-hal lainnya, sehingga tidak lalai dalam menjalankan tugas
6. Konsisten dan tidak molor

Untuk pedoman yang sudah Alkitab nyatakan, bisa dibaca di: 1 Sam 17 : 40 – 58; Markus 14 : 32 – 42; dan Lukas 22 : 39 – 46.

Seorang Pemimpin Kristen haruslah membawa pembaharuan yang sesuai dengan amanat yang sudah diberikan rakyat serta berpegang penuh kepada Hukum Tuhan serta hukum-hukum lainnya, karena dalam jiwa kepemimpinan Kristen ada satu hal yang ingin Tuhan lihat, yakni menjadi terang dan garam dunia yang bisa dicontoh oleh seluruh rakyatnya.

Hal terakhir, sebagai penutup, apa yang harus kita lakukan sebagai rakyat yang baik untuk mendukung pemimpin Kristen yang sedang memimpin kita dalam kepemimpinannya? Cukup doakan dia, terus doa serta ampunilah dia jika ada sedikit penyelewengan karna kita tahu dia (pemimpin Kristen) hanyalah manusia biasa, maka dari itu mintalah kepada Tuhan untuk bersedia menuntun dan tetap memberinya Hikmat.

Semoga apa yang saya bagikan ini dapat bemakna bagi kita semua, Amin.
  

0 komentar:

Poskan Komentar

Blogroll